Rohil,kubangtapu.com — Dugaan Pengerahan masif sekitar 40 petugas lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di kawasan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil memicu polemik di tengah masyarakat.
Fokus pengerjaan yang telah berlangsung selama tiga pekan tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi anggaran dan urgensi prioritas kerja.
Pasukan “Kuning” yang biasanya tersebar untuk menjaga kebersihan kota, kini terkonsentrasi penuh untuk memoles estetika kantor Korps Adhyaksa tersebut, mulai dari normalisasi drainase, penataan halaman, hingga pemasangan paving block.
Kondisi ini memicu spekulasi publik mengenai legalitas pengerjaan tersebut di satu titik instansi vertikal secara eksklusif.
>Transparansi Anggaran Jadi Sorotan
Publik kini mendesak penjelasan resmi: Apakah mobilisasi personel berskala besar ini masuk dalam plafon anggaran rutin, proyek khusus, atau merupakan bentuk kerja sama tertentu? Penggunaan sumber daya negara untuk mempercantik satu instansi dalam durasi yang cukup lama dinilai memerlukan dasar hukum yang jelas agar tidak berpotensi menjadi temuan maladministrasi.
>Keluh Kesah di Balik Kilap Halaman
Namun, di balik tampilan kantor yang kian asri, tersimpan ironi. Para petugas lapangan mengaku merasa tertekan dengan beban kerja yang dianggap melampaui batas kewajaran.
Salah seorang petugas yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekecewaannya atas sistem kerja yang dinilai kurang manusiawi.
“Sudah hampir tiga minggu kami difokuskan di sini. Kami merasa kerja ini terlalu dipaksakan; bahkan waktu istirahat sejenak pun dipermasalahkan.Mirisnya, tidak ada kompensasi atau uang jasa tambahan untuk pekerjaan ekstra seberat ini,” keluhnya kepada awak media di lapangan.
Para pekerja kini meminta kebijaksanaan dari pimpinan DLH Rohil agar lebih memperhatikan kesejahteraan dan kondisi fisik mereka, hanya mengejar target estetika di satu lokasi tertentu.
Dugaan adanya ketidakteraturan dalam pengerahan personel ini semakin menguat seiring dengan sulitnya akses konfirmasi dari pihak berwenang.
Saat tim media mendatangi Kantor DLH Rohil pada Selasa (17/3/2026) pagi, Kepala Dinas (Kadis) tidak berada di tempat.
Upaya klarifikasi lebih lanjut melalui pesan singkat WhatsApp pun tidak membuahkan hasil.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Rohil belum memberikan keterangan resmi mengenai sumber pendanaan pengerjaan tersebut maupun alasan di balik prioritas berlebihan pada satu instansi tertentu di saat wilayah lain mungkin lebih membutuhkan penanganan kebersihan.
